Kamis, 31 Maret 2011

SEMAKIN MAJU TETAP SEMANGAT INDONESIA


Negara indonesia dalam sistem ekonomi  Peta Perekonomian Indonesia meliliki empat kategori :
A.      KEADAAN GEOGRAFIS INDONESIA

                Indonesia yang memiliki kepulauan dengan luas keseluruhan +/- 195 sampai dengan 200 juta Ha. Dengan keadaan letak geografis kepulauan ini dapat memberi kekuatan dan kesempatan perekonomian kita atau malah sebaliknya meemberi dampak lemah dan ancaman bagi perekonomian indonesia. Karena banyaknya kekayaan pulau yang subur daan kaya akan hasil-hasil bumi dan tambang, dapat diolah dengan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat banyak. Dengan kemampuan menggali dan memanfaatkan kekayaan yang ada Indonesia akan banyak memiliki pilihan produk yang dapat dikembangnya sebagai komoditi perdagangan , baik untuk pasar lokal maupun untuk pasar internasional. Dengan keindahan dan keanekaragaman budaya kepulanaan dapat menjadi sumber penerimaan negara andalan melalui industri pariwisata. Namun kenyataan itu malah dapat memberi kelemahan dan ancaman bagi perekonomian Indonesia, karena masing banyak pihak luar yang secara ilegal mengambil kekayaan alam Indonesia di berbagai kepulauan, yang secara geografis memang sulit untuk dilakukan pengawasan seperti biasa. Dengan demikian dituntut koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengamankan kepulauan Indoenesia tersebut dari pihak-pihak yang tidak berhak mendapatkannya. Di pihak lain, banyak dan luasnya pulau menuntut suatu bentuk perencanaan dan strategi pembangunan yang cocok dengan keadaan geografis Indonesia tersebut. Strategi berwawasan ruang yang diterapkan pemerintah tampaknya sudah cukup tepat untuk mengatasi masalah ini.

                Indonesia yang memiliki dua musim, dengan kondisi iklim yang demikian itu menyebabkan  beberapa produk hasil bumi dan industri menjadi sangat spesifik sifatnya. Maka diperlukan usaha untuk memanfaatkan keunikan produk Indonesia tersebut untuk memenangkan persaingan di pasar lokal maupun dunia.

                Indonesia kaya akan tambang, dan seperti telah sejarah buktikan, salah satu jenis tambang yakni minyak bumi pernah menjadikan negara Indonesia memperoleh dana pembangan yang sangat besar, sehingga pada saat itu target pertumbuhan ekonomi kita ‘berani’ ditetapkan sebesar 7,5 % ( masa Repelita II ). Meskipun saat ini minyak bumi tidak lagi menjadi primadona dan andalan komoditi ekspor Indonesia, namun Indonesia masih banyak memiliki hasil tambang yang dapat menggantikan peran minyak bumi sebagai sumber devisa negara.

Indonesia menempati posisi yang sangat strategi, terletak diantara dua benua dan dua samudra dengan segala perkembangannya. Dengan letak yang strategis tersebut kita harus dapat memanfaatkannya, sedemikian rupa sehingga lalu lintas ekonomi yang terjadi, akan singgah dan membawa dampak positif bagi kebaikan perekonomian Indonesia . yang perlu dilakukan tentunya mempersiapkan segala sesuatu, seperti sarana telekomunikasi, perdagangan, pelabuhan laut, udara, serta infrastruktur lainnya.

B.      MATA PENCAHARIAN

Beberapa hal wilayah yang dimiliki Indonesia :

·         Pertama, mata pencaharian penduduk Indonesia sebagian besar masih berada di sektor pertanian ( agraris ), yang tinggal di pedasaan dengan mata pencaharian seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan sejenisnya.
·         Kedua, kontribusi sektor pertanian terhadap GDP ( Gross Domestic Product ) secara absolut masih dominan, namun jika dibanding dengan sektor- sektor di luar pertanian menampakkan adanya penurunan dalam prosentase.
·         Yang perlu diwaspadai dalam sektor pertanian ini adalah, bahwa komoditi yang dihasilkan dari sektor ini relatif tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapat bersaing dengan-dengan komoditi yang dihasilkan sektor lain ( industri misalnya ).

Adapun langkah untuk mengatasi diantaranya adalah :

·         Memperbaiki kehidupan penduduk/petani dengan pola pembinaan dan pembangunan sarana dan prasarananya bidang pertaniaan
·         Meningkatkan nilai tambah komoditi pertanian, jika dimungkinkan tidak hanya untuk pasar lokal saja
·         Mencoba mengembangkan kegiatan agribisnis
·         Menunjang kegiatan transmigrasi

C.      SUMBER DAYA MANUSIA

Kita lihat dalam sejarah mengenai pertumbuhan penduduk Indonesia masih cukup tinggi  +/- 2,8 % sebelum orde baru.  Dan setelah pemerintahan Orde Baru menyadari bahwa pertumbuhan tersebut harus dikurangi, maka mulai Repelita I sampai dengan Repelita IV, pertumbuhan penduduk kita hanya berkisar antara 2,1 % sampai dengan 2,3 % dan 1,9 % diperkirakan untuk Repelita selanjutnya.

Adapun poin - poin masalah yang dihadapi  Indonesia dalam perkembangan  sumber daya manusia :
·         Pertumbuhan penduduk yang masih tingi
·         Penyebaran yang kurang merata
·         Kurang seimbangnya struktur dan komposisi umur penduduk, yang ditandai dengan besarnya jumlah penduduk yang bersia muda serta mutu penduduk yang masih relatif rendah.


Berikut sarana kebijaksanaan tenaga kerja di Indonesia meliputi hal-hal dibawah ini :

1.       Memperluas tenaga kerja
2.       Membina tenaga kerja dengaan mengadakan  ( TRAINING ) untuk mengembangkan  \( SKILL ) para pekerja.
3.       Membina dan melindungi para pekerja melalui mekanisme  hubungan kerja yang dijiwai oleh Pancasila dan UUD 1945.
4.       Meningkatkan peranan pasar kerja
5.       Memperlambat lajunya pertumbuhan penduduk dan meningkatkan mutu tenaga kerja.

D.      INVESTASI

Untuk memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi, mendudduki peran yang sangat penting.
Berikut adalah upaya - upaya untuk memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan :
a.       Lebih mengembangkan ekspor komoditi non-migas, sehingga secara absolut dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri.
b.      Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak, kemudian digunakan untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip prioritas
c.       Menciptakan adanya pinjaman luar negeri yang menarik dan aman bagi para penanam modal asing.
d.      Lebih mengingatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan.

sumber : e-Larning Digital Book Universitas Gunadarma